Posts

Apakah Kita Sudah Merdeka?

Image
 12 tahun yang lalu di Facebook saya menulis sebuah status tentang kemerdekaan yang cukup alay untuk ukuran saat ini "Merdeka itu ketika hatimu kamu miliki sepenuhnya, tanpa intervensi pihak asing" (Tri Wahyu Prasetyo, 2014).  Kemudian setahun yang lalu postingan saya tentang kemerdekaan menjadi jauh lebih bernuansa pegerakan "Merdeka itu kalau UMR sudah menyamai take home pay anggota DPR, 3 juta per hari". Demikianlah memang pada 2025 itu sedang ramai-ramainya pembahasan mengenai take home pay anggota DPR RI. Kayaknya sekarang tidak jauh berbeda, take home pay mereka masih sangat banyak. Di tahun 2026 ini kita dihadapkan pada fenomena desil yang dijadikan patokan pemerintah untuk membuat kebijakan. Gaji 3 juta per bulan bukan per hari sudah masuk 10% kelompok paling sejahtera di Indonesia. Sebuah kenyataan yang ironis mengingat 3 juta jelas belum bisa dikatakan sejahtera, kalau dikatakan cukup masih mungkin. Hal ini menunjukkan kalau setelah 81 tahun merdeka sebagi...

Tentang Desil

Masih tentang desil (pembahasan yang sangat sederhana). Menurut ilmu statistika ( https://lmsspada.kemdiktisaintek.go.id/pluginfile.php/792054/mod_resource/content/1/KUARTIL%20DESIL%20PERSENTIL.pdf ), desil membagi data menjadi 10 kelompok yang jumlahnya sama besar. Menurut data hasil sensus penduduk tahun 2020 yang dirilis BPS ( https://sensus.bps.go.id/main/index/sp2020 ), jumlah penduduk Indonesia mencapai 270.203.917, kita sederhanakan saja menjadi 270 juta. Kalau mau buat desil untuk mengukur kesejahteraan penduduk Indonesia, harus didefinisikan dulu parameternya apa. Nah sayangnya parameter untuk keperluan mengukur kesejahteraan ini masih abu-abu, belum pernah ada dokumen resmi yang dibagikan pemerintah untuk mengukur kesejahteraan penduduk. Salah satu sumber yang yang temukan dari detik ( https://www.detik.com/jabar/jabar-gaskeun/d-8617877/pengertian-kategori-desil-1-10-cara-mengecek-status-dan-langkah-merubahnya ) : "Posisi desil seseorang atau keluarga tidak hanya ditentu...

Serba-Serbi Editor Jurnal Ilmiah (1)

Image
Pesan dari author Pernah suatu ketika saya mendapat pesan dari author yang mengirimkan draft artikelnya ke jurnal ilmiah yang saya editori, sebagai berikut author minta dipercepat dan di-acc Sebagai editor saya berusaha memproses dalam waktu yang wajar, soal waktu masih bisa diusahakan namun harap maklum terkadang ada kendala di luar kuasa. Nah soal di-acc itu, tergantung kualitas tulisan Anda ya. Kalau kualitasnya oke ya di-acc, kalau nulisnya ga niat ya lebih baik jangan berharap lebih. Hmm, namun sebaiknya jangan kirim pesan seperti itu ya. Usahakan kirim pesan yang formal saja : perkenalan singkat dan uraikan isi dari artikel secara ringkas.

Perbedaan Sejumlah Istilah Indonesia - Malaysia

Selama berada di Malaysia saya memperhatikan ada sejumlah istilah sehari-hari yang berbeda dengan yang biasa saya temui di Indonesia, berikut ini beberapa di antaranya  1. Orang tua lanjut usia Indonesia : lansia (lanjut usia) atau manula (manusia usia lanjut) Malaysia : warga emas 2. Orang dengan keterbatasan fisik, intelektual, sensorik, atau mental yang menyebabkan kesulitan dalam melakukan aktivitas  Indonesia : disabilitas atau difabel Malaysia : OKU (Orang Kurang Upaya) 3. Penyejuk udara Indonesia : AC (air conditioner) Malaysia : aircond atau penghawa dingin 4. Toilet Indonesia : kamar kecil, toilet Malaysia : tandas  5. Lecturer Indonesia : dosen Malaysia : pensyarah

Menuju 1 USD = 20 ribu Rupiah

29 Mei 2026, kurs USD sudah menembus 17.800 rupiah, sementara 1 Ringgit sudah bisa dikatakan mencapai 4.500 rupiah. Sungguh pukulan yang sangat telak bagi kehidupan mahasiswa Indonesia perantauan di luar negeri. Beli makan di Malaysia dalam ringgit sekitar 7 ringgit, namun itu setara dengan 31.500 rupiah, sedih rasanya. Sampai berapa ini nilai kurs akan melemah? Mengamati kebijakan ekonomi dan politik yang saat ini berkembang menurut saya masih sangat mungkin akan bisa tercapai 1 USD = 20.000 rupiah. Kalau dulu hanya sekedar guyonan 1 Agustus 2026 kurs dollar akan mencapai 17.845 rupiah nah itu masih sangat mungkin akan tercapai jauh lebih tinggi. Selain memang dipengaruhi oleh gejolak politik dan ekonomi global, kurs Rupiah sendiri sebenarnya mencerminkan tingkat kepercayaan global terhadap Rupiah. Nilai Rupiah yang terus merosot menunjukkan secara global banyak orang yang tidak melirik dan tidak punya keinginan untuk memiliki uang dalam bentuk Rupiah. Ibaratnya begini, "Apa sih ...

1 RM = 4500 IDR

Hari ini 28 Mei 2026, bisa dikatakan 1 Ringgit Malaysia udah mencapai 4.500 Rupiah. Sebuah angka yang sangat luar biasa, sekitar 3 tahun yang lalu nilainya masih di kisaran 3.300an.  Terpuruknya Rupiah ini akibat belum membaiknya kepercayaan pasar, ya kita tahu sama tahu lah gimana akrobat pemerintah. Sebagai mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Malaysia, ambruknya kurs ini sangat terasa. Saya harus berakrobat juga untuk menghemat pengeluaran. Sedikit banyak saya terbantu oleh bapak-bapak Malaysia yang setiap minggu malam hingga Kamis malam masak-masak dan makan bersama di masjid selepas sholat Isya. Terima kasih pakcik semua, jasa pakcik akan terus saya ingat selalu. Ke depannya saya mulai harus mempertimbangkan kerja sambilan. Tentu lebih baiknya kalau saya sudah selesai mengerjakan disertasi. Mau ga mau saya nampaknya harus ambil opsi yang penting selesai, masa bodoh dengan perfeksionisme, udah masuk survival mode ini. 

Selamat Hari Raya Aidil Adha

Aidil Adha  Mubarak to all my Malaysian friends Semoga setiap amal ibadah yang dilaksanakan diterima dan diberkati Allah SWT, serta Aidiladha kali ini membawa keberkatan, ketenangan dan kesejahteraan untuk seluruh muslimin dan muslimat From me, an Indonesian student that struggle with PhD life in Malaysia